Post Page Advertisement [Top]

Hanyut teduhmu. 
Hanyut mengalun tenangmu. 
Maka kau menyulam wicaksana polah semanusiamu. 
Titi-meniti sifat terang nun menyulit raga itu. 
Tak terkoyak oleh kerngat atau darah. 
Bukti kerasnya raga yang kau among. 
Namun singgasana Tuhanmu selalu meneduh. 
Itulah kewicaksana nan agung. 
Among ruhani untuk senantiasa sesehatnya.

Dalam kereta Prameks menuju Solo. 26 November 2019. Pukul 6:11 WIB.


Catatan Soe Hok Gie:
“Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: 'dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan'. Tanpa itu semua maka kita tidak lebih dari benda. Berbahagialah orang yang masih mempunyai rasa cinta, yang belum sampai kehilangan benda yang paling bernilai itu. Kalau kita telah kehilangan itu maka absurdlah hidup kita”.
Anak dipangku dilepaskan, beruk dirimba disusukan. Mari mensyukuri kebahagiaan dalam diri yang kita miliki. Itu kekuatan diri yang tak dirimba jauh-jauh.
| eaGO